Daftar Isi
Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di MTs Ma'arif Darul Hasan Polokarto berlangsung khidmat pukul 07.10-07.40 WIB, dilanjutkan nonton bareng film Sang Kiai.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Rabu pagi (1/10/2026), MTs Ma'arif Darul Hasan Polokarto menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Upacara berlangsung khidmat sejak pukul 07.10 hingga 07.40 WIB, diikuti seluruh siswa-siswi bersama Bapak/Ibu guru. Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Anggit Yovita Cindy, S.E.

Pancasila Pemersatu Bangsa
Tema peringatan tahun ini adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur." Dalam amanatnya, Ibu Anggit menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum mengingat kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus pemersatu bangsa. Indonesia sangat beragam, namun perbedaan itu justru dapat disatukan dalam satu ikatan: Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengamalkan Pancasila dari Madrasah dan Pesantren
Pembina upacara mengingatkan bahwa mengamalkan Pancasila tidak harus dengan hal besar, cukup dimulai dari lingkungan madrasah dan pesantren:
- Sila pertama: rajin beribadah, salat berjamaah, mengaji, menjalankan ajaran Islam dengan baik.
- Sila kedua: menghormati guru, pengasuh, pembina, dan sesama teman.
- Sila ketiga: menjaga persatuan — perbedaan karakter, daerah, dan kemampuan bukan alasan saling menjauh.
- Sila keempat: belajar bermusyawarah, menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak.
- Sila kelima: bersikap adil, mau berbagi, melaksanakan tugas bersama.

Pelajaran yang Dibawa
Upacara pagi ini meninggalkan beberapa pelajaran penting bagi seluruh warga madrasah:
- Pancasila bukan untuk dihafalkan, tetapi untuk diamalkan. Nilai-nilainya harus terlihat dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
- Persatuan lahir dari kesadaran akan keberagaman. Berbeda tetapi tetap bersaudara, berbeda pendapat tetapi tetap menghargai, berbeda latar belakang tetapi tetap berteman.
- Madrasah dan pesantren adalah ruang belajar Pancasila yang paling nyata. Salat berjamaah menumbuhkan nilai Ketuhanan, menolong teman menumbuhkan kemanusiaan, gotong royong menumbuhkan persatuan, musyawarah menumbuhkan kerakyatan, dan berbagi menumbuhkan keadilan sosial.
- Tugas kita adalah menjadi generasi penerus yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.


Nobar Film "Sang Kiai"
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng film Sang Kiai (2013). Film garapan Rako Prijanto ini mengangkat perjuangan KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan pengasuh Pesantren Tebuireng, dalam menegakkan akidah dan membela tanah air di masa pendudukan Jepang. Lewat tontonan ini, para siswa diajak melihat langsung bagaimana keteguhan iman, musyawarah, dan cinta tanah air diwujudkan dalam perbuatan nyata — sejalan dengan semangat Pancasila yang baru saja diperingati.


