← Kembali ke Beranda

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah 2025

Supervisi

8 November 2025

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah 2025

Kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) berjalan lancar dan kondusif. Proses diawali dengan penyambutan tim penilai oleh kepala madrasah, dilanjutkan pemaparan singkat mengenai karakteristik madrasah dan inovasi-inovasi yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.

Tim penilai melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen kinerja kepala madrasah, termasuk dokumen utama seperti:
  • Visi dan Misi
  • Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)
  • Program Unggulan
  • Evaluasi Pembelajaran dan Data Hasil UN
  • Kegiatan Supervisi
  • Keterlibatan Kepala Madrasah dalam Pembinaan GTK
  • Digitalisasi Administrasi & Pengelolaan Kegiatan

Seluruh bukti fisik dan digital ditunjukkan melalui sistem yang telah dikembangkan madrasah secara mandiri, termasuk portal kurikulum online, dashboard showcase siswa, dan pemetaan program unggulan berbasis kebutuhan lokal madrasah.

Beberapa momen tanya-jawab terjadi secara kritis namun tetap hangat. Terdapat perbedaan sudut pandang dalam hal format laporan dan pengelolaan kegiatan guru, namun berhasil dijelaskan secara logis dan berdasarkan regulasi terbaru yang berlaku.

Pengawas pembina, Ibu Zaidatul Hidayah, memberikan apresiasi terhadap keterbukaan, sistem dokumentasi digital, serta semangat kerja tim madrasah. Beliau menyampaikan bahwa proses digitalisasi madrasah ini sudah sangat luar biasa dan bisa menjadi rujukan madrasah lain.


Catatan Reflektif:

Madrasah kecil seperti MTs Ma’arif Darul Hasan telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Program unggulan kami tidak mewah, tidak mengada-ada, dan tidak membebani. Justru keberhasilan dan ciri khas kami terletak pada efisiensi, kesadaran konteks, dan keberanian membangun sistem yang relevan dengan karakteristik madrasah NU berbasis pesantren.

Namun demikian, kami juga menyadari bahwa kemajuan madrasah tidak bisa berdiri sendiri.
Jika pihak-pihak di atas madrasah (pengawas, dinas, pembina struktural, dll) masih tertinggal dalam hal mindset dan perkembangan zaman, maka sinergi akan sulit tercipta.
Madrasah tidak bisa terus menerus berlari sendirian, sementara sebagian stakeholder justru baru “bangun dari tidur panjang” dan sibuk mempertanyakan hal-hal yang sudah lama kami selesaikan.

Kami berharap ke depan akan ada pola evaluasi yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan saling mendewasakan. Bukan sekadar “menilai dari atas”, tapi bertumbuh bersama dari dalam.