Daftar Isi
MTs Ma'arif Darul Hasan Polokarto resmi merilis Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai pedoman utama penyelenggaraan pembelajaran dan pengembangan program madrasah pada tahun ajaran yang baru. Dokumen KOM 2026/2027 ini menjadi bagian penting dari upaya madrasah untuk terus menyesuaikan arah pendidikan dengan perkembangan kebijakan nasional, kebutuhan peserta didik, serta karakteristik MTs Ma'arif Darul Hasan Polokarto sebagai madrasah berbasis Aswaja NU dan kultur pesantren. Berbeda dengan dokumen tahun sebelumnya, KOM 2026/2027 hadir dengan sejumlah pembaruan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memperkuat arah pembelajaran, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya madrasah.
Struktur Kurikulum Lebih Ringkas dan Terintegrasi
Salah satu perubahan yang cukup terlihat adalah struktur dokumen KOM yang kini terdiri atas empat bab, dibandingkan lima bab pada tahun sebelumnya.Perencanaan pembelajaran kini diintegrasikan ke dalam Bab III bersama pengorganisasian pembelajaran. Sementara itu, aspek evaluasi, pengembangan profesional, dan pendampingan dirangkum dalam Bab IV.
Selain itu, KOM 2026/2027 memperkenalkan pembahasan yang lebih eksplisit mengenai Iklim dan Budaya Madrasah, serta strategi pencapaian tujuan madrasah. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan madrasah tidak hanya ditempatkan pada aspek pembelajaran di kelas, tetapi juga pada lingkungan pendidikan secara keseluruhan.
Membawa Semangat Pembelajaran Mendalam
Delapan dimensi tersebut meliputi aspek keimanan dan akhlak, wawasan kebangsaan, kemampuan bernalar kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan jasmani dan rohani, serta kemampuan berkomunikasi.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran diarahkan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mampu berpikir, berkarya, bekerja sama, berkomunikasi, serta tumbuh sebagai pribadi yang utuh.

Kurikulum Berbasis Cinta Menjadi Bagian dari Identitas Madrasah
Nilai-nilai Panca Cinta—cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri sendiri, serta cinta sesama dan bangsa—diintegrasikan dalam berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembiasaan sehari-hari.
Bagi MTs Ma'arif Darul Hasan Polokarto, pendekatan ini menjadi semakin relevan karena sejalan dengan karakter madrasah yang memadukan pendidikan umum, pendidikan agama, nilai-nilai Aswaja NU, dan kultur pesantren.
Kokurikuler Diperluas
Pada tahun ajaran sebelumnya, kegiatan kokurikuler dilaksanakan dalam bentuk Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin (P5PRA).Dalam KOM 2026/2027, pola tersebut dikembangkan menjadi tiga bentuk kokurikuler, yaitu Kokurikuler Pembelajaran Lintas Disiplin Ilmu, Kokurikuler 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), dan Kokurikuler Kekhasan Madrasah (KKBC).
Perubahan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi madrasah untuk menghadirkan kegiatan berbasis masalah nyata, pembiasaan positif, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan karakter khas madrasah.
Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, juga menjadi bagian dari penguatan pembiasaan peserta didik.
Ekstrakurikuler Mengalami Penyegaran
Mulai tahun ajaran 2026/2027, Hadroh ditetapkan sebagai ekstrakurikuler wajib sebagai bagian dari penguatan seni Islam dan kecintaan kepada Rasulullah.
Sementara itu, Tilawah Al-Qur'an yang sebelumnya bersifat wajib kini menjadi kegiatan pilihan.
Madrasah juga menambahkan sejumlah pilihan baru, seperti Atletik, Terampil Digital, Pidato Bahasa Arab, dan Pidato Bahasa Jawa.
Di sisi lain, beberapa kegiatan dirancang lebih terintegrasi. Program desain grafis dan koding dikembangkan menjadi Terampil Digital, sedangkan keterampilan menjahit dan cooking class digabung dalam program Skill dan Terampil.
Dengan pengembangan tersebut, kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya diarahkan pada pengembangan bakat, tetapi juga pada keterampilan praktis, kreativitas, komunikasi, teknologi, olahraga, serta penguatan identitas keislaman dan budaya lokal.
Dokumen Pendukung Semakin Lengkap
KOM 2026/2027 juga dilengkapi dengan lampiran yang lebih terstruktur, mulai dari SK Tim Pengembangan Kurikulum, dokumen review dan pengembangan kurikulum, contoh ATP, contoh RPP atau modul ajar, SK pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran, instrumen validasi kurikulum, hingga SK penetapan kalender pendidikan.Kelengkapan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses perencanaan, implementasi, monitoring, dan evaluasi kurikulum selama satu tahun ajaran.
Tetap Berakar pada Identitas Madrasah
Meski membawa cukup banyak pembaruan, sejumlah fondasi utama MTs Ma'arif Darul Hasan Polokarto tetap dipertahankan.Visi, misi, dan tujuan madrasah tetap sama, begitu pula identitas madrasah, muatan lokal Ke-NU-an dan Bahasa Jawa, serta karakter pendidikan yang berbasis Aswaja NU dan kultur pesantren.
Dengan demikian, hadirnya KOM 2026/2027 bukanlah perubahan arah secara keseluruhan, melainkan sebuah penguatan dan penyempurnaan agar kurikulum madrasah semakin relevan dengan perkembangan kebijakan pendidikan sekaligus tetap berpijak pada identitas dan nilai-nilai yang menjadi karakter MTs Ma'arif Darul Hasan Polokarto.